PROGRAM
KEILMUAN
PROGRAM ILMU HURUF RAHSIA DIRI
ANUGERAH AGUNG
(amalan Tafakkur Zikir menuju Makrifatullah)
Program Ilmu Huruf Rahsia Diri
adalah suatu kaedah method spiritual membuka kunci titik ghaib pada tubuh manusia
melalui teknik zikir mahupun dengan cara Tafakkur. Kunci Titik Rahsia Pembuka
Simpul Ghaib Tubuh suatu ilmu yang sangat istimewa dan bersifat langka. Program
Ilmu Huruf Rahsia Diri pada tingkatan tertentu bila terbuka khasyaf bagi
pengamalnya dengan keizinan Allah SWT maka banyak manfaat yang akan diperoleh
secara Ilmu LADUNI. Menurut MahaGuru Rizal Keilmuan ini memiliki beberapa
tingkatan/ peringkat/ tahapan.Bagi pengamal yang istiqomah,orang tersebut
ditahapan keilmuan tertentu dalam program ini akan dimudahkan segala hajat,dan
dilipatgandakan kepandaiannya(Laduni),dan diberi mujarab apa saja yang diminta
kepada ALLAH SWT baik melalui tulisan mahupun melalui ucapan,yang benar bagi
kekuasaan Yang Maha Kuasa. Disamping itu masih ada tambahan-tambahan derajat
yang tidak disangka-sangka.
Kunci Ilmu Huruf Rahsia Diri
merupakan salah satu ilmu makrifat tingkat tinggi yang jarang dibuka untuk umum
dan tidak semua orang mengetahuinya.Jika Anda ingin menjadi orang yang memiliki
semangat tinggi penuh ghairah dalam menekuni bidang doa dan asma’-asma’ dalam
ilmu spiritual kerohanian Islam,ilmu ini perlu anda pelajari agar Anda dapat
menjadi orang yang sungguh-sungguh mempunyai
ilmu yang Ajaib.
“Muhammad itu adalah utusan Allah dan orang-orang yang bersama
dengan dia adalah keras terhadap orang-orang kafir, tetapi berkasih sayang
sesama mereka. Kamu lihat mereka ruku’ dan sujud mencari karunia Allah dan
keridhaan-Nya, tanda-tanda mereka tampak pada muka mereka dari bekas sujud.
Demikianlah sifat-sifat mereka dalam Taurat dan sifat-sifat mereka dalam Injil,
iaitu seperti tanaman yang mengeluarkan tunasnya maka tunas itu menjadikan
tanaman itu kuat lalu menjadi besarlah dia dan tegak lurus di atas pokoknya;
tanaman itu menyenangkan hati penanam- penanamnya karena Allah hendak
menjengkelkan hati orang-orang kafir (dengan kekuatan orang-orang mu’min).
Allah menjanjikan kepada orang- orang yang beriman dan mengerjakan amal yang
saleh di antara mereka ampunan dan pahala yang besar.” (QS. AL-FATH
ayat 29),
Ada tiga puluh huruf Hijaiyah. Awalnya adalah alif, kemudian ba,
kemudian ta, dan akhirnya adalah ya. Huruf kedua, Ba, merangkum semua
pengetahuan tentang wujud semesta. Ba adalah Bahr, Samudera. Setiap wujud
sejatinya meng-ada di dalam “samudera” abadi ini. Renungkanlah perlahan sekali…
Ba-Bahr Al Qudrah-Samudera Kehendak Tubuh kita dan segala
benda-benda, air yang kita teguk dan udara yang kita hirup, segala yang kita
lihat sentuh dan rasakan, padat cair dan gas, semuanya terbangun dari
atom-atom. Kita semua sudah tahu itu. Meski atom bukanlah elemen terkecil dari
benda-benda, sebagaimana telah ditunjukkan oleh para ahli fizik Quantum, mari
kita batasi perjalanan kita hanya sampai di atom ini. Inti atom (nucleus)
merupakan pusat atom. Seberapa besar inti atom ini? Jika kita perbesar ukuran
sebiji atom menjadi sebesar bola berdiameter 200 meter, maka besarnya inti atom
adalah sebesar sebutir debu di pusatnya.
Hebatnya, sebutir debu ini membawa 99,95% massa atom seluruhnya
yang dipadatkan oleh strong nuclear force ke dalam partikel proton. Sementara
elektron-elektron sangatlah ringan dan bergerak mengelilingi proton pada jarak
yang jauh sekali. Seberapa jauh? Jika kita perbesar ukuran elektron menjadi
sebesar biji kelereng, maka jarak antara elektron ini ke inti atom adalah
sejauh satu kilometer! Ada apa di antara elektron dengan proton? Tidak ada
apa-apa. Hanya ruang kosong semata sepanjang jarak satu kilometer itu!
Sebutir garam terdiri dari banyak sekali atom. Jika kita mampu
menghitung satu juta atom dalam sesaat, maka kita memerlukan lebih dari lima
ratus tahun untuk menghitung jumlah seluruh atom di dalam sebutir garam saja!
Atom-atom itu secara rapi membangun wujud sebutir garam. Dan di dalamnya
terbentang ruang kosong di antara atom-atomnya. Sebagaimana samudera. Sebutir
garam mewujud di dalamnya. Ia “berenang” dan meng-ada di dalamnya. Juga kita
dan semua benda-benda.
Wujud kita sejatinya selalu berada di dalam samudera ruang
kosong….di dalam samudera atomis gaya-gaya….di dalam samudera kehendakNya (Bahr
al-Qudrah)…
Dari Husein bin Ali bin Abi Thalib as. : Seorang Yahudi
mendatangi Nabi Muhammad SAW. Pada saat itu Amirul Mukminin Ali bin Abi Thalib
as bersama Nabi. Yahudi itu berkata kepada Nabi Muhammad SAW : “apa faedah dari
huruf hijaiyah?” Rasulullah SAW lalu berkata kepada Ali bin Abi Thalib as,
“Jawablah”. Lalu Rasulullah SAW mendoakan Ali, “ya Allah, sukseskan Ali dan
bungkam orang Yahudi itu”. Lalu Ali berkata : “Tidak ada satu huruf-pun kecuali
semua bersumber pada nama-nama Allah swt”. Kemudian Ali berkata :
Alif (ا): Ismullah
(nama Allah), yang tiada Tuhan selain-Nya. Dia selalu hidup, Maha Mandiri dan
Mahakuasa.
Ba’ (ﺏ): al Baqi’
(Mahakekal), setelah musnahnya makhluk.
Ta (ﺕ): al Tawwab
(Maha Penerima Taubat) dari hamba-hamba-Nya.
Tsa’ (ﺙ): al Tsabit
(Yang Menetapkan) keimanan hamba-hamba-Nya.
Jim (ﺝ) : Jalla
Tsanauhu (Yang Mahatinggi Pujian-Nya), kesucian-Nya, dan nama-nama-Nya yang
tiada berbatas.
Ha’ (ﺡ): al Haq, al
Hayyu, wa al Halim (Yang Mahabenar, Mahahidup, dan Mahabijak).
Kha (ﺥ): al Khabir
(Yang Mahatahu) dan Mahalihat. Sesungguhnya Allah Mahatahu apa yang kalian
kerjakan.
Dal (ﺩ): Dayyanu
yaumi al din (Yang Mahakuasa di Hari Pembalasan).
Dzal (ﺫ): Dzu al Jalal
wa al Ikram (Pemilik Keagungan dan Kemuliaan).
Ra (ﺭ): al Rauf
(Mahasayang).
Zay (ﺯ): Zainul
Ma’budin (Kebanggaan Para Hamba).
Sin (ﺱ): al Sami al
Bashir (Mahadengar dan Mahalihat).
Syin (ﺵ): Syakur (Maha
Penerima ungkapan terima kasih dari hamba-hamba-Nya).
Shad (ﺹ) : al Shadiq
(Mahajujur) dalam menepati janji. Sesungguhnya Allah tidak mengingkari
janji-Nya.
Dhad (ﺽ): al Dhar wa
al Nafi (Yang Menangkal Bahaya dan Mendatangkan Manfaat).
Tha (ﻁ): al Thahir
wal al Muthahir (Yang Mahasuci dan Menyucikan).
Zha (ظ): Zhahir (Yang
Tampak dan Menampakkan Kebesaran-Nya).
‘Ain (ﻉ): al ’Alim (Yang
Mahatahu) atas segala sesuatu.
Ghain (ﻍ): Ghiyats al
Mustaghitsin (Penolong bagi yang memohon pertolongan) dan Pemberi Perlindungan.
Fa (ف): Yang
Menumbuhkan biji-bijian dan tumbuhan.
Qaf (ﻕ): Yang
Mahakuasa atas makhluk-Nya.
Kaf (ﻙ): al Kafi
(Yang Memberikan Kecukupan) bagi semua makhluk, tiada yang serupa dan sebanding
dengan-Nya.
Lam (ﻝ): Lathif
(Mahalembut) terhadap hamba-hamba-Nya dengan kelembutan khusus dan tersembunyi.
Mim (ﻡ): Malik ad
dunya wal akhirah (Pemilik dunia dan akhirat).
Nun (ن): Nur (Cahaya)
langit, cahaya bumi, dan cahaya hati orang-orang beriman.
Waw (ﻭ): al Wahid
(Yang Mahaesa) dan tempat bergantung segala sesuatu.
Haa (ه): al Hadi
(Maha Pemberi Petunjuk) bagi makhluk-Nya. Dialah yang menciptakan segala
sesuatu dan memberikan petunjuk.
Lam alif (لآ): lam tasydid
dalam lafadz Allah untuk menekankan keesaan Allah, yang tiada sekutu bagi-Nya.
Ya (ﻱ):
Yadullahbasithun lil khalqi (Tangan Allah terbuka bagi makhluk). Kekuasaan dan
kekuatan-Nya meliputi semua tempat dan semua keberadaan.
Rasulullah lalu berkata “Inilah perkataan dari orang yang telah
diridhai Allah dari semua makhluk-Nya”. Mendengar penjelasan itu maka yahudi
itu masuk Islam.
Dari Ibrahim bin Khuttab, dari Ahmad bin Khalid, dari Salamah
bin Al Fadl, dari Abdullah bin Najiyah, dari Ahmad bin Badil Al Ayyamy, dari
Amr bin Hamid hakim kota ad Dainur, dari Farat bin as Saib dari Maimun bin
Mahran, dari Ibnu Abbas dan sanadnya Rosulullah SAW, ia berkata: “Segala
sesuatu ada penjelasan (tafsir)nya yang diketahui oleh orang yang mengetahuinya
dan tidak diketahui oleh orang yang tidak mengetahuinya”.
“Di antara tanda-tanda
kekuasaan-Nya adalah penciptaan langit dan bumi, dan perbezaan bahasa dan warna
kulitmu, sesungguhnya dalam hal itu ada tanda-tanda kekuasaan Allah bagi
semesta alam.” (Ar-Rum: 22).
Allah Maha Mendengar suara ini
dan semua suara yang kualitinya telah terjadi dan akan terjadi di udara, dengan
satu pendengaran yang sifatnya hudhuri dan isyraqi (pengenalan tingkat rasa).
PERHATIAN:Untuk info Tuan puan,saya
mendapatkan ilmu Huruf Rahsia Diri ini secara Bertalaqqi dengan 2 orang Tuan Guru di Malaysia dan 2 orang di
luar Negara iaitu di Indonesia. Apakah bertalaqqi itu? Mudah cerita, bertalaqqi
ini ialah kita mengaji kitab secara berhadapan dengan guru. Saya dapati
terdapatnya ilmu seperti ini yang boleh dijumpai di internet yang disampaikan
secara free bin percuma,akan tetapi ia tidaklah lengkap,hanyalah isi kulit luar
saja tanpa isi kandungan dalam yang lengkap.
Nasihat kami bagi Anda diluar
sana yang ingin mempelajari keilmuan Ilmu Huruf Rahsia Diri ini dengan benar
dan sah agar mendapatkannya melalui bimbingan dari seorang Guru yang
benar-benar mewarisi keilmuan ini agar Anda terhindar dari tipu daya jin dan
syaitan.
Anda akan saya bukakan rahsia Kunci Ilmu Simpul titik Ghaib yang
berada di tubuh manusia. Dengan method tertentu dalam keilmuan ini dapat
digunakan pengamalnya untuk membuka mata ketiga(mata batin)melalui kaedah zikir
atau amalan atau tafakkur yang dijelaskan secara terperinci dan praktikal
semasa kursus ini diadakan nanti samada secara langsung mahupun pengajian jarak
jauh(melalui aplikasi FaceTime,video call,skype,tango,whatsapp dll).
PROGRAM KEILMUAN ILMU HURUF RAHSIA DIRI PERINGKAT 1
Dalam Kursus Ilmu Huruf Rahsia
Diri ini,Kunci Ilmu Simpul Titik Ghaib ini dipakai untuk membersihkan bahagian
bahagian tubuh dari hal -hal yang negatif dan dapat dimanfaatkan untuk merawat
pelbagai jenis penyakit yang ada pada tubuh pengamalnya Sehingga tubuh dapat
berfungsi normal….serta menyeimbangkan energi dalaman(chi)membangkitkan Aura
Diri Dan tentunya meningkatkan derajat kita dalam hal dunia dan spiritual..
Anda juga akan dibimbing dengan
cara benar kaedah melakukan amalan Tafakkur dan Zikir dalam ilmu huruf rahsia
diri ini untuk membuka serta merawat diri dari segala penyakit zahir mahupun
batin,medic mahupun non medik.
Anda juga saya bimbingkan khusus
kaedah membuka mata ketiga atau indera ke enam dengan kaedah ilmu huruf rahsia
diri ini. Ilmu
ini jika diamalkan,badan kita akan bercahaya sewaktu-waktu di tempat yang gelap
dan juga pada saat meninggal dunia,badan tidak mengeluarkan bau bangkai tetapi
mengeluarkan aroma wangi. Kerana dengan mempunyai ilmu ini yang Insya
Allah,apabila Allah berkehendak akan mencapai kemakrifatan kepada-NYA. AAMIIN
AAMIIN YA RABBAL ‘AALAMIIN.
PROGRAM KEILMUAN ILMU HURUF RAHSIA DIRI PERINGKAT 2
Lanjutan dari peringkat
pertama,Kelebihan keilmuan ilmu huruf rahsia diri peringkat 2 dengan
mengamalkannya amat banyak sekali seperti yang diberitahu oleh para
ahlinya,oleh para Ulama ilmu hikmah yang muktabar dan yang diterima dari
beberapa orang Kiyai dan Tuan Guru yang
ahli dalam bidang ilmu hikmah ini.
Hendaklah diamalkan dengan penuh
takwa dan tawaduk kepada Allah ‘Azawajalla,Insya Allah beroleh kejayaan.Aamiin
Catatan: Artikel ini sekadar
sebagai referensi bahan kajian. Dan sebenarnya masih banyak lagi kajian
mengenai ilmu huruf ini, iaitu diantaranya mengenai ilmu huruf dan lain
sebagainya Yang mana kajian itu tidak saya tampilkan di sini karena sudah
terlalu jauh dari prinsip dasar.
Huruf hijaiyah itu adalah Intisari Asma-asma Allah Ta’ala. Hanya
Allah SWT, saja Yang Maha Mengetahui rahsianya. Bila ada seorang Ulama Sufi
dibukakan rahsia huruf, itu pun masih sebahagian kecil sekali, dibanding
samudera rahsia huruf itu sendiri.
Allah SWT, tidak memerintahkan kita agar menyelidiki rahsia-rahsia
ghaib yang tersembunyi dibalik huruf-huruf hijaiyah. Kecuali jika Allah SWT,
menghendaki hambaNya untuk mengetahuinya, Allah SWT membukakan hijab huruf itu.
Dan itu pun hanya kurang dari setetes samuderaNya hakikat huruf yang tiada
hingga. Oleh kerana itu, janganlah kita membatasi diri terhadap rahsia dan anugerah
ilmu dari Allah SWT.
Prinsip Dasar Al Hikmah:
“Hai manusia, sesungguhnya telah datang kepada kalian pelajaran
dari Rabb kalian dan penyembuh bagi penyakit-penyakit (yang berada) dalam dada
dan petunjuk serta rahmat bagi orang-orang yang beriman.” (Yunus: 57)
“Dan Kami turunkan dari
Al-Qur`an sesuatu yang menjadi penyembuh dan rahmat bagi orang-orang yang
beriman.” (Al-Isra`: 82)
“Katakanlah: ‘(Al-Qur`an) itu adalah petunjuk dan penyembuh bagi
orang-orang yang beriman’.” (Fushshilat: 44)
“Kalau sekiranya Kami menurunkan Al-Qur`an ini kepada sebuah
gunung, pasti kamu akan melihatnya tunduk terpecah belah disebabkan takut
kepada Allah.
Dan perumpamaan-perumpamaan itu Kami buat untuk manusia supaya
mereka berfikir.” (Al-Hasyr: 21) Dari Syifa` bintu Abdullah radhiallahu ‘anha:
Dahulu dia meruqyah di masa jahiliyyah. Setelah kedatangan Islam, maka
dia berkata: ‘Aku tidak meruqyah hingga aku meminta izin kepada Rasulullah
Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam.’ Lalu dia pun pergi menemui dan meminta izin
kepada Baginda. Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam bersabda kepadanya: ‘Silakan
engkau meruqyah selama tidak mengandung perbuatan syirik’.” (HR. Al-Hakim, Ibnu
Hibban, dan yang lainnya. Al-Huwaini berkata: “Sanadnya muqarib.” Ibid, hal.
220). Rasulullah ‘Alaihi Wa Sallam bersabda: “Barangsiapa membaca satu huruf
dari Kitabullah maka dia mendapat satu kebaikan dan satu kebaikan
dilipatgandakan menjadi sepuluh kali ganda. Aku tidak mengatakan alif laam miim
satu huruf, akan tetapi alif satu huruf, laam satu huruf dan miim satu huruf.”
(HR. At-Tirmidziy 5/175, lihat Shahiih Sunan At-Tirmidziy 3/9 serta Shahiihul
Jaami’ Ash-Shaghiir 5/340) Semoga bermanfaat dan dapat menambah wawasan Anda
sekalian.