Saturday, 20 February 2016

PENGENALAN


PROGRAM ILMU HURUF RAHSIA DIRI ANUGERAH AGUNG

PENGENALAN

:: KISAH KETIKA NABI MUSA AS INGIN MELIHAT RABB

Bismillahirrahmannirahim,

Ketika Nabi Musa telah memenuhi panggilan Allah subhana wa Ta'ala. Beliau naik ke gunung sinai (Thursina) setelah beliau menyempurnakan 40 malam yang diisi dengan puasa dan beribadah sendirian diatas gunung itu. Allah SWT pun berfirman dan menurunkan Taurat kepada beliau. 

Kemudian Nabi Musa AS pun sangat rindu untuk melihat wajah Sang Kekasih yang telah berkata-kata kepada nya, wajah Rabb nya.

"Dan tatkala Musa datang menurut waktu yang telah kami tentukan . Dan telah berfirman Rabb nya kepadanya : berkatalah ia, ya Rabb perlihatkanlah (dirimu) kepadaku ,agar aku dapat memandang Engkau" 

Berkatalah Allah : “Engkau sekali-kali tidak akan mampu melihatku,tetapi arahkanlah pandangan engkau ke gunung itu. Maka jika ia tetap pada tempatnya,niscaya engkau dapat melihatku” (QS Al A'raaf : 143)

Setelah mendengar permintaan Nabi Musa as itu, kemudian Allah SWT berfirman : "Wahai putra Imran, sesungguhnya tidak akan ada yang sanggup untuk melihat KU,kemudian ia mampu untuk tetap hidup. "

Nabi Musa as berkata : Ya Rabbi, tidak ada sesuatupun yang menyekutui MU, sesungguhnya melihat MU dan kemudian mati itu lebih aku sukai daripada aku terus hidup tanpa melihat MU. Rabbi, sempurnakanlah nikmat, anugerah dan hikmat MU kepada ku dengan mengabulkan permohonanku ini, setelah itu aku rela mati "

Ibnu Abbas ra, sahabat Rasulullah saw meriwayatkan bahwa ketika Allah SWT mengetahui Nabi Musa AS ingin dikabulkan, maka berfirman Allah : " Pergilah engkau, dan lihatlah batu di atas puncak gunung itu, duduklah engkau diatas batu itu, kemudian Aku akan menurunkan bala tentara KU kepada mu. "

Dan ketika telah sampai di puncak batu tersebut, maka Allah pun menurunkan bala tenteranya, para malaikat hingga langit ketujuh, untuk menampakkan diri kepadanya. Diperintahkan para malaikat penghuni langit untuk menampakkan diri di hadapan nabi MUsa AS. sambil mengeraskan suara tasbih, tahlil mereka, bagaikan suara petir yang menyambar-nyambar.

Kemudian para malaikat penhuni langit kedua diperintahkan menampakkan diri, dengan warna dan bentuk yang beraneka ragam, mereka bersayap dan memiliki raut muka, diantaranya ada yang berbentuk seperti singa. Berlalu di hadapan Nabi MUsa sambil mengeraskan suara -suara tasbihnya.

Mendengar teriakan-teriakan tersebut, Nabi Musa merasa ngeri dan kemudian berkata : Ya Rabi, sungguh aku menyesal atas permohonanku. Apakah engkau berkehendak untuk menyelamatkanku dari tempat ini ? 

Pimpinan dari kelompok malaikat tersebut berkata :Hai Musa, bersabarlah atas apa yang engkau minta, apa yang engkau lihat ini baru sebahagian kecil saja.

Allah SWT memerintahkan para penghuni langit ketiga turun. Lalu keluarlah malaikat-malaikat yang tak terhitung jumlahnya dengan aneka ragam bentuk dan warnanya. Ada yang seperti api yang menjilat-jilat, mereka memekikkan tasbih, tahlil dengan suara hiruk pikuk menggelegar.

Nabi Musa semakin berputus asa. dan kelompok malaikat itu berkata : wahai Musa, bersabarlah hingga engkau tidak akan sanggup lagi untuk melihatnya.

Kemudian penghuni langit keempat turun. Ada yang berbentuk seperti kobaran api yang menjilat-jilat, ada pula yang seperti salju. Dengan suara melengking mereka memekikkan tasbih dan tahlil.

Demikianlah , Penghuni dari setiap langit turun satu demi satu. Semua malaikat tersebut bergerak maju sambil cahayanya menyambar semua mata yang ada. Mereka datang membawa tombak yang sangat panjang dan lebar. Tombak-tombak itu bagaikan api yang bersinar terang benderang melebihi sinar matahari.

Nabi Musa as menangis dan meratap. Ya Rabbi, ingatlah aku, jangan Engkau lupakan diriku. Aku adalah hamba Mu. Aku tidak mempunyai keyakinan bahawa aku akan selamat dari tempat ini. Jika aku keluar maka aku akan terbakar, jika aku masih disini aku akan mati.

Ketua para malaikat itu pun berkata : Nyaris dirimu dipenuhi ketakutan dan nyaris hatimu terlepas wahai Musa. Tempat yang engkau gunakan untuk duduk adalah tempat yang akan engkau pergunakan untuk melihat Rabb.

Kemudian turunlah malaikat Jibril AS, Mikail AS dan Israfil AS, beserta seluruh malaikat penghuni langit ketujuh, termasuk pemikul Al Arsy dan Al Kursi. Mereka secara bersama-sama menghadap kepada Nabi Musa as sambil berkata:

Wahai orang yang terus menerus salah. Apa yang menyebabkanmu naik ke atas bukit ini. Mengapa engkau memberanikan diri meminta Rabbmu untuk dapat melihat Nya ? Nabi Musa as gementar hingga kedua lututnya seakan-akan luruh dari persendian. 

Ketika Allah SWT melihat itu, maka ditampakkanlah tiang-tiang penyangga Al Arsy, lalu Nabi Musa as bersandar pada salah satu tiang tersebut hingga hatinya tenang.

Malaikat Israfil berkata : Hai Musa,demi Allah, kami ini sekalipun pemimpin para malaikat, sejak kami diciptakan kami tidak berani mengangkat pandangan mata kami ke arah Al Arsy. Kerana kami sangat khuatir dan sangat takut kepada Rabb. Mengapa engkau berani melakukan ini wahai hamba yang lemah ?

Setelah hatinya tenang, Nabi Musa menjawab : Wahai Israfil, aku hanya ingin mengetahui akan Keagungan Wajah Rabbku yang selama ini aku belum pernah melihatnya.

Kemudian Allah SWT menurunkan wahyu kepada langit : AKU akan menampakkan Diri, bertajali pada gunung itu

Maka bergetarlah seluruh langit dan bumi, gunung, matahari, bulan, mega, surga,neraka, para malaikat dan samudera. Semua bersungkur sujud, sementara Nabi Musa AS masih memandang ke arah gunung itu. 

Tatkala Rabbnya menampakkan diri diatas gunung , maka hancur luluhlah gunung itu dan nabi Musa pun jatuh pingsan.

Nabi Musa AS seakan -akan mati kerana pancaran Cahaya Allah SWT yang Mulia dan ia terjatuh dari batu dan batu itu sendiri terjungkal terbalik menjadi semacam kubah yang menaungi Nabi Musa AS agar tidak terbakar Cahaya.

Kemudian Allah mengutus malaikat Jibril AS untuk membalikkan batu itu dari tubuh nya. Wajah nabi Musa as memancarkan cahaya kemuliaan, rambutnya memutih kerana cahaya.

"Maka setelah Musa tersedar kembali, dia berkata : Maha Suci Engkau , aku sungguh bertaubat kepada MU dan aku adalah orang yang pertama kali beriman (QS Al A'raaf : 143)

Nabi Musa pun berkata : Saya beriman, bahawa sesungguhnya tidak ada seorangpun yang mampu melihat Mu ya Allah dengan mata lahir, kecuali ia akan mati .
Wallahu a'lam bishawab

PROGRAM ILMU RAHSIA HURUF DIRI ANUGERAH AGUNG
Jika seseorang ingin berma'rifat maka harus memiliki syarat,iaitu:

1.   Mempunyai niat dan tekad serta keyakinan untuk bertemu dengan Allah (QS 84:6   “Hai manusia sesungguhnya engkau mesti bekerja keras dengan sungguh-sungguh(menuju) kepada Tuhanmu kemudian kamu akan menemuinya).
2. Memiliki kemerdekaan dalam berfikir (QS 39:18) Orang-orang yang mendengarkan perkataan lalu diikutinya mana yang paling baik, itulah orang-orang yang dipimpin Allah dan itulah orang-orang yang yang berakal”.
3. Memiliki kemerdekaan kehendak, ertinya kemahuan menemui Allah benar-benar dari hati sanubari bukan kerana terpaksa atau ikut-lkutan sekadar ingin tahu.(QS 6:94    “Dan sesungguhnya kamu datang kepada Kami seorang diri sebagaimana kamu, kami ciptakan pertama kali)
4. Mencari dan mendapatkan Guru Mursyid yang telah Ma’rifat (QS 27:40 "Kata seorang yang berpengetahuan tentang kitab: “Aku sanggup membawanya kepada engkau dalam sekejap mata……..”)
5. Menjadi fakir untuk menemuinya, iaitu fakir akan hakikat. Fakir yang semata-mata ditujukan kepada Allah (QS 47:36  “kehidupan di dunia ini hanya permainan dan senda gurau belaka   dan kalau kamu yang beriman dan bertaqwa, Allah akan memberikan Pahala Kepadamu dan Dia tiada meminta harta-hartamu”.

Macam-macam tingkatan dalam ma’rifat:
1.              Ma’rifat terhadap af'al Allah
    Mengenal Allah dengan melihat hasil ciptaanNya, alam  terbentang sebagai guru.
Surah Fushilat(QS 41:53 "Akan kami perlihatkan kepada mereka dalil-dalil kekuasaan kami di segenap penjuru alam dan pada dirinya sendiri, sehingga jelas bagi mereka, bahawa yang kami wahyukan itu adalah benar,belumkah cukup bahawa Tuhanmu menyaksikan segala-gala nya?"
2. Ma’rifat terhadap asma Allah
Surah Al-A-raf (QS 7:I80 "Allah mempunyai Asma'ul Husna, nama-nama yang Agung bermononlah kepadanya dengan nama-nama yang Agung itu…….)
3. Ma’rifat terhadap sifat-sifat Allah dengan mempelajari sifat 20
secara hakikat.
4.  Ma'rifat terhadap Dzat Allah dengan mengamalkan ilmu Ma’rifatullah.

Dzat Allah meskipun tidak terlihat oleh panca indera lahir,tetapi dia meliputi semua ciptaanNya. Dia sangat pasti adanya, wujudnya meskipun kalimat lain mengatakan bahawa Dia Maha Ghaib. Ghaib bagi mereka yang tidak berusaha menemuiNya.

Banyak sekali Ayat-ayat Ma’rifatullah yang tersebar di Al-Qur’an. Untuk singkatnya ditulis hanya beberapa ayat saja:

Surah An-Nur (Qs 24:35   "   Allah memimpin siapa yang disukaiNya dalam menerima cahayaNya…………………….)

Surah An-Nisaa (QS 4:174   “Hai sekalian manusia, sungguh telah datang kepadamu bukti kebenaran dari Tuhanmu,dan telah kami turunkan Kepadamu cahaya yang terang benderang",

Surah al-A'raf (QS 7:145   "Dan tatkala Musa datang untuk (munajat),pada  waktu  yang telah Kami tentukan,dan Tuhan berkata-kata dengannya,Musa berkata,Ya Tuhanku,perlihatkanlah dirimu kepadaku agar aku dapat melihatmu ”Tuhan berfirman “kamu sekali-kali tidak sanggup melihatKu,tetapi lihatlah ke bukit itu,maka jika ia tetap di tempat nya,maka kamu akan dapat melihatKu”. Maka setelah Tuhannya mem- perlihatkan DiriNya di Bukit itu,Allah menjadikannya pecah dan Musa jatuh pengsan. Setelah Musa sedar kembali,Dia berkata,”Maha Suci Engkau,aku bertaubat kepadaMu dan aku orang yang pertama-tama beriman”.