PROGRAM ILMU HURUF RAHSIA DIRI ANUGERAH AGUNG
PENGENALAN
:: KISAH KETIKA NABI MUSA AS INGIN
MELIHAT RABB
Bismillahirrahmannirahim,
Ketika Nabi Musa telah memenuhi panggilan Allah subhana wa Ta'ala. Beliau naik ke gunung sinai (Thursina) setelah beliau menyempurnakan 40 malam yang diisi dengan puasa dan beribadah sendirian diatas gunung itu. Allah SWT pun berfirman dan menurunkan Taurat kepada beliau.
Kemudian Nabi Musa AS pun sangat rindu untuk melihat wajah Sang
Kekasih yang telah berkata-kata kepada nya, wajah Rabb nya.
"Dan
tatkala Musa datang menurut waktu yang telah kami tentukan . Dan telah
berfirman Rabb nya kepadanya : berkatalah ia, ya Rabb perlihatkanlah (dirimu)
kepadaku ,agar aku dapat memandang Engkau"
Berkatalah Allah : “Engkau
sekali-kali tidak akan mampu melihatku,tetapi arahkanlah pandangan engkau ke
gunung itu. Maka jika ia tetap pada tempatnya,niscaya engkau dapat melihatku”
(QS Al A'raaf : 143)
Setelah mendengar permintaan Nabi Musa as itu, kemudian Allah
SWT berfirman : "Wahai putra Imran, sesungguhnya tidak akan ada yang sanggup
untuk melihat KU,kemudian ia mampu untuk tetap hidup. "
Nabi Musa as berkata : Ya Rabbi, tidak ada sesuatupun yang
menyekutui MU, sesungguhnya melihat MU dan kemudian mati itu lebih aku sukai
daripada aku terus hidup tanpa melihat MU. Rabbi, sempurnakanlah nikmat,
anugerah dan hikmat MU kepada ku dengan mengabulkan permohonanku ini, setelah
itu aku rela mati "
Ibnu Abbas ra, sahabat Rasulullah saw meriwayatkan bahwa ketika
Allah SWT mengetahui Nabi Musa AS ingin dikabulkan, maka berfirman Allah :
" Pergilah engkau, dan lihatlah batu di atas puncak gunung itu, duduklah
engkau diatas batu itu, kemudian Aku akan menurunkan bala tentara KU kepada mu.
"
Dan ketika telah sampai di puncak batu tersebut, maka Allah pun
menurunkan bala tenteranya, para malaikat hingga langit ketujuh, untuk
menampakkan diri kepadanya. Diperintahkan para malaikat penghuni langit untuk
menampakkan diri di hadapan nabi MUsa AS. sambil mengeraskan suara tasbih,
tahlil mereka, bagaikan suara petir yang menyambar-nyambar.
Kemudian para malaikat penhuni langit kedua diperintahkan
menampakkan diri, dengan warna dan bentuk yang beraneka ragam, mereka bersayap
dan memiliki raut muka, diantaranya ada yang berbentuk seperti singa. Berlalu
di hadapan Nabi MUsa sambil mengeraskan suara -suara tasbihnya.
Mendengar teriakan-teriakan tersebut, Nabi Musa merasa ngeri dan
kemudian berkata : Ya Rabi, sungguh aku menyesal atas permohonanku. Apakah
engkau berkehendak untuk menyelamatkanku dari tempat ini ?
Pimpinan dari kelompok malaikat tersebut berkata :Hai Musa,
bersabarlah atas apa yang engkau minta, apa yang engkau lihat ini baru sebahagian
kecil saja.
Allah SWT memerintahkan para penghuni langit ketiga turun. Lalu
keluarlah malaikat-malaikat yang tak terhitung jumlahnya dengan aneka ragam
bentuk dan warnanya. Ada yang seperti api yang menjilat-jilat, mereka
memekikkan tasbih, tahlil dengan suara hiruk pikuk menggelegar.
Nabi Musa semakin berputus asa. dan kelompok malaikat itu
berkata : wahai Musa, bersabarlah hingga engkau tidak akan sanggup lagi untuk
melihatnya.
Kemudian penghuni langit keempat turun. Ada yang berbentuk seperti kobaran api yang menjilat-jilat, ada pula yang seperti salju. Dengan suara melengking mereka memekikkan tasbih dan tahlil.
Kemudian penghuni langit keempat turun. Ada yang berbentuk seperti kobaran api yang menjilat-jilat, ada pula yang seperti salju. Dengan suara melengking mereka memekikkan tasbih dan tahlil.
Demikianlah , Penghuni dari setiap langit turun satu demi satu.
Semua malaikat tersebut bergerak maju sambil cahayanya menyambar semua mata
yang ada. Mereka datang membawa tombak yang sangat panjang dan lebar.
Tombak-tombak itu bagaikan api yang bersinar terang benderang melebihi sinar
matahari.
Nabi Musa as menangis dan meratap. Ya Rabbi, ingatlah aku, jangan Engkau lupakan diriku. Aku adalah hamba Mu. Aku tidak mempunyai keyakinan bahawa aku akan selamat dari tempat ini. Jika aku keluar maka aku akan terbakar, jika aku masih disini aku akan mati.
Nabi Musa as menangis dan meratap. Ya Rabbi, ingatlah aku, jangan Engkau lupakan diriku. Aku adalah hamba Mu. Aku tidak mempunyai keyakinan bahawa aku akan selamat dari tempat ini. Jika aku keluar maka aku akan terbakar, jika aku masih disini aku akan mati.
Ketua para malaikat itu pun berkata : Nyaris dirimu dipenuhi
ketakutan dan nyaris hatimu terlepas wahai Musa. Tempat yang engkau gunakan
untuk duduk adalah tempat yang akan engkau pergunakan untuk melihat Rabb.
Kemudian turunlah malaikat Jibril AS, Mikail AS dan Israfil AS,
beserta seluruh malaikat penghuni langit ketujuh, termasuk pemikul Al Arsy dan
Al Kursi. Mereka secara bersama-sama menghadap kepada Nabi Musa as sambil
berkata:
Wahai orang yang terus menerus salah. Apa yang menyebabkanmu
naik ke atas bukit ini. Mengapa engkau memberanikan diri meminta Rabbmu untuk
dapat melihat Nya ? Nabi Musa as gementar hingga kedua lututnya seakan-akan
luruh dari persendian.
Ketika Allah SWT melihat itu, maka ditampakkanlah tiang-tiang
penyangga Al Arsy, lalu Nabi Musa as bersandar pada salah satu tiang tersebut
hingga hatinya tenang.
Malaikat Israfil berkata : Hai Musa,demi Allah, kami ini
sekalipun pemimpin para malaikat, sejak kami diciptakan kami tidak berani
mengangkat pandangan mata kami ke arah Al Arsy. Kerana kami sangat khuatir dan
sangat takut kepada Rabb. Mengapa engkau berani melakukan ini wahai hamba yang
lemah ?
Setelah hatinya tenang, Nabi Musa menjawab : Wahai Israfil, aku
hanya ingin mengetahui akan Keagungan Wajah Rabbku yang selama ini aku belum
pernah melihatnya.
Kemudian Allah SWT menurunkan wahyu kepada langit : AKU akan
menampakkan Diri, bertajali pada gunung itu
Maka bergetarlah seluruh langit dan bumi, gunung, matahari,
bulan, mega, surga,neraka, para malaikat dan samudera. Semua bersungkur sujud,
sementara Nabi Musa AS masih memandang ke arah gunung itu.
Tatkala Rabbnya menampakkan diri diatas gunung , maka hancur
luluhlah gunung itu dan nabi Musa pun jatuh pingsan.
Nabi Musa AS seakan -akan mati kerana pancaran Cahaya Allah SWT
yang Mulia dan ia terjatuh dari batu dan batu itu sendiri terjungkal terbalik
menjadi semacam kubah yang menaungi Nabi Musa AS agar tidak terbakar Cahaya.
Kemudian Allah mengutus malaikat Jibril AS untuk membalikkan batu itu dari tubuh nya. Wajah nabi Musa as memancarkan cahaya kemuliaan, rambutnya memutih kerana cahaya.
Kemudian Allah mengutus malaikat Jibril AS untuk membalikkan batu itu dari tubuh nya. Wajah nabi Musa as memancarkan cahaya kemuliaan, rambutnya memutih kerana cahaya.
"Maka setelah Musa tersedar kembali, dia berkata : Maha
Suci Engkau , aku sungguh bertaubat kepada MU dan aku adalah orang yang pertama
kali beriman (QS Al A'raaf : 143)
Nabi Musa pun berkata : Saya beriman, bahawa sesungguhnya tidak
ada seorangpun yang mampu melihat Mu ya Allah dengan mata lahir, kecuali ia
akan mati .
Wallahu a'lam bishawab
PROGRAM ILMU RAHSIA HURUF DIRI
ANUGERAH AGUNG
Jika
seseorang ingin berma'rifat maka harus memiliki syarat,iaitu:
1. Mempunyai
niat dan tekad serta keyakinan untuk bertemu dengan Allah (QS 84:6 “Hai manusia sesungguhnya engkau mesti bekerja
keras dengan sungguh-sungguh(menuju) kepada Tuhanmu kemudian kamu akan
menemuinya”).
2. Memiliki
kemerdekaan dalam berfikir (QS 39:18)
“Orang-orang yang mendengarkan
perkataan lalu diikutinya mana yang paling baik, itulah orang-orang yang
dipimpin Allah dan itulah orang-orang yang yang berakal”.
3. Memiliki
kemerdekaan kehendak, ertinya kemahuan menemui Allah benar-benar dari hati
sanubari bukan kerana terpaksa atau ikut-lkutan sekadar ingin tahu.(QS
6:94 “Dan sesungguhnya
kamu datang kepada Kami seorang diri sebagaimana kamu, kami ciptakan pertama
kali”)
4. Mencari
dan mendapatkan Guru Mursyid yang telah Ma’rifat (QS 27:40
"Kata seorang yang berpengetahuan tentang
kitab: “Aku sanggup membawanya kepada
engkau dalam sekejap mata……..”)
5. Menjadi
fakir untuk menemuinya, iaitu fakir akan hakikat. Fakir yang semata-mata ditujukan
kepada Allah (QS 47:36 “kehidupan
di dunia ini hanya permainan dan senda gurau belaka dan kalau kamu yang beriman
dan bertaqwa, Allah akan memberikan Pahala Kepadamu dan Dia tiada meminta
harta-hartamu”.
Macam-macam tingkatan dalam ma’rifat:
1.
Ma’rifat terhadap af'al Allah
Mengenal Allah dengan
melihat hasil ciptaanNya, alam
terbentang sebagai guru.
Surah Fushilat(QS 41:53 "Akan kami perlihatkan
kepada mereka dalil-dalil kekuasaan kami di segenap penjuru alam dan pada
dirinya sendiri, sehingga jelas bagi mereka, bahawa yang kami wahyukan itu adalah
benar,belumkah cukup bahawa Tuhanmu menyaksikan segala-gala nya?"
2.
Ma’rifat
terhadap asma Allah
Surah Al-A-raf (QS 7:I80 "Allah
mempunyai Asma'ul Husna, nama-nama yang Agung bermononlah kepadanya dengan
nama-nama yang Agung itu…….)
3.
Ma’rifat
terhadap sifat-sifat Allah
dengan mempelajari sifat 20
secara hakikat.
4. Ma'rifat terhadap Dzat Allah
dengan mengamalkan ilmu Ma’rifatullah.
Dzat
Allah meskipun tidak terlihat oleh panca indera lahir,tetapi dia meliputi semua
ciptaanNya. Dia sangat pasti adanya, wujudnya meskipun kalimat lain mengatakan
bahawa Dia Maha Ghaib. Ghaib bagi mereka yang tidak berusaha menemuiNya.
Banyak
sekali Ayat-ayat Ma’rifatullah yang tersebar di
Al-Qur’an. Untuk singkatnya ditulis hanya beberapa ayat saja:
Surah
An-Nur (Qs 24:35 " Allah
memimpin siapa yang disukaiNya dalam menerima cahayaNya…………………….)
Surah
An-Nisaa’ (QS 4:174 “Hai sekalian
manusia, sungguh telah datang kepadamu bukti kebenaran dari Tuhanmu,dan telah
kami turunkan Kepadamu cahaya yang terang benderang",
Surah al-A'raf (QS
7:145 "Dan tatkala Musa datang untuk (munajat),pada waktu yang telah Kami tentukan,dan Tuhan
berkata-kata dengannya,Musa berkata,Ya Tuhanku,perlihatkanlah dirimu kepadaku agar
aku dapat melihatmu ”Tuhan berfirman “kamu sekali-kali tidak sanggup
melihatKu,tetapi lihatlah ke bukit itu,maka jika ia tetap di tempat nya,maka
kamu akan dapat melihatKu”. Maka setelah Tuhannya mem- perlihatkan DiriNya di
Bukit itu,Allah menjadikannya pecah dan Musa jatuh pengsan. Setelah Musa
sedar kembali,Dia berkata,”Maha Suci Engkau,aku bertaubat kepadaMu dan aku
orang yang pertama-tama beriman”.